Membuka Cakrawala Budaya Jerman: Pemanfaatan Dongeng Digital sebagai Media Pembelajaran Interkultural
Pemanfaatan Dongeng Digital untuk Memahami Budaya Jerman
Penelitian ini menunjukkan bahwa dongeng digital sebagai produk budaya kontemporer memberikan ruang bagi mahasiswa untuk:
-
memahami nilai, norma, dan representasi budaya Jerman,
-
mengembangkan kesadaran budaya melalui pengamatan kritis,
-
berinteraksi dengan media otentik berbasis digital,
-
serta meningkatkan keterampilan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan era modern.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, analisis konten dongeng digital, dan penggunaan kuesioner.
Hasilnya memperlihatkan bahwa pemanfaatan dongeng digital dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterlibatan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menafsirkan konteks budaya secara lebih mendalam.
Penguatan Kompetensi Interkultural di Era Digital
Penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi interkultural dalam pembelajaran bahasa Jerman. Dengan memanfaatkan media digital yang autentik, mahasiswa dapat memahami budaya asing sekaligus merefleksikan budayanya sendiri.
Dongeng digital juga terbukti efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini yang tumbuh di tengah ekosistem digital.
Keterkaitan dengan SDGs (Sustainable Development Goals)
Penelitian ini secara langsung mendukung beberapa tujuan SDGs, antara lain:
SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Pemanfaatan dongeng digital memperkaya strategi pembelajaran, menyediakan media autentik, dan meningkatkan kecakapan literasi digital mahasiswa.
SDG 10 – Reduced Inequalities (Mengurangi Kesenjangan)
Akses terhadap media digital internasional memberi kesempatan yang lebih setara dalam memahami budaya global dan berinteraksi dengan sumber belajar berkualitas tinggi.
SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Penggunaan sumber media dari lembaga penyiaran publik Jerman seperti ARD mencerminkan kerja sama global dalam mendukung pendidikan lintas budaya.
Kontribusi Prodi Sastra Jerman dalam Pengembangan Literasi Global
Publikasi ini menunjukkan komitmen Prodi Sastra Jerman UNESA dalam:
-
mendorong inovasi pembelajaran berbasis digital,
-
mengembangkan kompetensi interkultural mahasiswa,
-
serta memperkuat kontribusi akademik yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Melalui riset ini, Prodi Sastra Jerman terus berupaya membuka cakrawala literasi digital dan budaya global bagi mahasiswa, sehingga mampu menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung.