Ruhetag: Ketika Hari Minggu di Jerman Menjadi “Hari Tenang”
Jerman — Berbeda dengan banyak negara lain, hari Minggu di Jerman dikenal sebagai Ruhetag atau “hari tenang”. Pada hari ini, sebagian besar toko tutup, aktivitas komersial dibatasi, dan suasana kota menjadi jauh lebih sunyi. Aturan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari regulasi yang bertujuan menjaga keseimbangan hidup masyarakat.
Konsep Ruhetag berakar pada tradisi sosial dan keagamaan, namun dalam praktik modern, ia berfungsi sebagai perlindungan waktu istirahat bagi pekerja. Kebijakan ini sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena menjamin hak pekerja untuk mendapatkan waktu istirahat dan mencegah budaya kerja berlebihan.
Selain itu, Ruhetag juga berdampak positif pada lingkungan dan kehidupan sosial. Berkurangnya lalu lintas dan aktivitas industri pada hari Minggu membantu menurunkan kebisingan dan emisi, mendukung SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Warga memanfaatkan hari ini untuk berkumpul bersama keluarga, berolahraga di alam, atau menikmati ruang publik dengan lebih tenang.
Melalui Ruhetag, Jerman menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan kualitas hidup. Hari Minggu sebagai hari tenang menjadi simbol penting bagaimana kebijakan sosial dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, seimbang, dan berkelanjutan.