Sastra Jerman Gelar Halal Bihalal: Tradisi Mulia Setelah Ramadhan
Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat muslim di seluruh Indonesia tentu merayakan hari raya Idul Fitri dengan penuh suka cita. Salah satu tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Idul Fitri adalah kegiatan halal bihalal. Kesempatan ini menjadi momen yang sangat berharga untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah.
Di berbagai daerah, kegiatan halal bihalal digelar dengan meriah. Kegiatan ini tidak semata-mata sebagai ajang untuk saling memaafkan tetapi juga sebagai sarana dalam mempererat hubungan sosial dan meningkatkan rasa persaudaraan.
Kegiatan halal bihalal biasa diadakan secara meriah dengan situasi hangat dengan alasan dapat berkumpul dan bercengkrama dengan orang-orang yang kita sayangi. Tidak ingin ketinggalan, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Jerman telah menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal di gedung Auditorium T14 pada Kamis, 17 April 2025. Bertemakan “Die Brüderlichkeit Stärken, das Miteinander Festigen”
yang berarti “Memperkuat Persaudaraan, Memperkuat kerjasama”. Kegiatan Halal Bihalal berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang dibuktikan dengan peserta, tamu undangan bahkan panitia sangat menikmati kebersamaan tersebut. Tentunya dengan kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi yang baik antar dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa, maupun mahasiswa dengann mahasiswa.
“Saya sangat senang karena diberi kesempatan untuk menjadi ketua pelaksana kegiatan Halal Bihalal tahun ini, dengan adanya hal tersebut saya mendapatkan banyak pembelajaran.” (Aryadipa Syandana Anta, Sastra Jerman 2024, Ketua Pelaksana Halal Bihalal 2025)
“Kegiatan Halal Bihalal tahun ini telah terlaksana dengan baik. Namun diharapkan juga kegiatan Halal Bihalal tahun selanjutnya dapat lebih baik dari tahun ini.” (Nugraha Munandar, Sastra Jerman 2023, Kahima 2025)